TAWASUL IS NOT SYIRIK

19.05

Tawasul menurut Habib Lutfi bin Yahya
habib lutfi bin yahya

Ayat Al Quran yang menyatakan ud’uni astajib lakum (mintalah kamu kepada-Ku,maka Aku akan memberinya)merupakan janji ALLAH yang sangat jelas tidak ada seorangpun yang mampu menolak dan memberi lebih dari janji tersebut ,tapi dalam masalah pemberian, dari ALLAH SWT kepada makhluk-Nya ,ada sysrat-syarat tertentu yang mesti di miliki si peminta ,agar ia mendapatkan dimintakannya kepada ALLAH SWT. Namun setiap peminta tidak serta –merta mendapat semua yang dimintanya sekaligus Ada kalanya mereka itu harus menempuh perjalanan panjang dan ada pula yang menempuh perjalanan dengan singkat maksudnya panjang singkatnya perjalanan seorang pribadi tidak lepas dari bobot kotoran dan dosa yang ada pada setiap individu
   Sedangkan posisi tawasul adalah memberi pengaruh terhadap pribadi si peminta ,kalau kita kebetulan orang berpenyakitan hanya bisa berjalan tertatih –tatih tawasul tersebut membantu kita dalam berjalan sehingga bisa berjalan lebih cepat di bandingkan kalau kita berjalan sendiri. Sedangkan masalah kemusyrikan bagi orang yang mengerti dan memiliki tauhid yang kuat ,ia tidak akan mengalami kesulitan sebab ada koridornya orang awam atau anak kecil pun tahu yang di datngi itu orang mati bukan Tuhan ini menunjukan kita tidak syirik yang perlu kita jaga jangan sampai ta’aluq (tergantung) kepada orang yang kita ziarahi seolah-olah kubur tersebut memberi atsar(manfaat)kepada diri kita itu tidak dibenarkan jadi kita ziarah kepada waliullah semata-mata minta di bimbing dan di tuntun oleh orang-orang yang dekat kepada ALLAH SWT baik itu yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
    Khadam itu memiliki makna “penjaga” yaitu penjaga setiap ayat ataupun asma ALLAH yang di berikan kepada setiap hambanya Artinya ada nilai-nilai tersendiri barang siapa yang mengamalkan ayat tertentu ,di sana terdapat khadamnya yang akan melayani orang orang yang memuliakan ayat dan asma Allah itu disebut khadamnya jadi bukan khadam orang yang mengamalkan .jangan salah pengertian kalau orang disebut punya khadam berarti kedudukan lebih tinggi dari khadamnya. Belum tentu sebab ALLAH memilih setiap hamba-Nya yang telah di jadikan khadamNya itu jaminanyang bisa dipercaya untuk menjaga setiap asma dan ayat-Nya.
    Maka,barang siapa yang memuliakan ayat dari ayat-ayat Allah atau asma Allah ,orang itu akan di layani oleh khadam-khadam ayat dan asma tersebut karena orang itu mau memuliakannya. Khadam seperti halnya manusia dan jin yang kedua nya adalah makhluk ALLAH tapi khadam berbeda dengan manusia dan jin . alam jin lain kedudukanya juga berbeda dengan kita ,apalagi malaikat tidak beristri beranak ,minum makan sebagaimana layaknya manusia kita ini sebenarnya dalam pengertian umum juga termasuk khadam ALLAH , yaitu yang memuliakan ayat dan kitabullah.jika kita berpegang pada kitabullah kita juga termasuk khadam. Tapi ,disini kita di sebut khadamullah (pelayan ALLAH) karena mau berpegang pada kitabullah . karenanya kita terangkat menjadi khadamullah. Setelah terangkat menjadi khadamnya atau orang berhikmah , kita kan diberi derajat oleh ALLAH seperti para waliullah dan sebagainya
    Pada dasarnya setiap hamba di perintahkan berbuat baik dan menjauhkan larangan-Nya. Soal mendapatkan pahala atau tidak hanya ALLAH yang mengetahui . Dan ALLAH tidak akan mengingkari janji . Barang siapa yang taat akan di beri pahala yang kedua setiap amal yang baik pasti di catat para malaikat tampa dicatat pun ALLAH adalah serba Maha dalam segala sifat-Nya.Tapi ketentuan syariat amal yang baik menjadi tolak ukur catatan bagi seseorang kelak . secara tidak langsung amal baik kita sendiri tampa dicatatpun itu sudah bisa di ketahui langsung oleh ALLAH SWT jadi siapapun hamba ALLAH yang saleh akan diangkat menjadi walinya.entah itu dari jin ,lebih-lebih dari manusia. Sehingga harus dicatat jangan sekali-kali kita menyekutukan ALLAH dan mengambil atsar (manfaat)selain dari ALLAH.
    Seperti contoh kita datang ke dokter ,setelah itu kita di beri obat setelah minum obat kita sembuh lalu kita berkomentar “Wah ,kalau saya tidak datang ke dokter itu ,saya akan mati.” Itu yang tidak benar kalau kita mengambil atsar , dokter itu mempunyai kemampuan menyembuhkan ,menghidupkan atau mematikan ataupun obat itu sendiri memiliki kemampuan seperti itu ,baru hal itu di sebut musyrik. Obat dalam keyakinan kita masuk bagian dari iktiar.
    Selanjutnya , Tawasul itu sama sekali tidak bertentangan dengan syariat. Tawasul memiliki nilai yang sangat istimewa dan tinggi artinya bagaimanapun dekat seseorang kepada ALLAh tetap dia masih merasa rendah di hadapan ALLAH masih mengaku banyak dosanya dan memandang orang lain lebih dekat kepada ALLAH maka sebaik apapun dia masih bertawasul ,berpegangan ,supaya tetap berada di antara orang-orang yang dekat kepada ALLAH SWT inilah nilai akhlak dan adabnya dan disini terlihat tingginya nilai sebuah tawasul, Rasulullah SAW sendiri bersabda dalam doanya “ Allahumma inni as-aluka fi haqqis sailin (aku memohon dengan berpegangan pada orang-orang yang meminta kepada Engkau)”.padahal ,Rasulullah termasuk orang yang mengerti adab dalam meminta ,tapi mengapa masih menggunakan kalimat fi haqqis sailin.
    Nabiullah Sulaiman pada waktu memindahkan istana Ratu Balqis, bertawasul kepada waliullah ,Asif bin tahiya , yang juga menterinya .padahal, keramat yang keluar dari Asif bukan mukjizat karena dia bukan nabi dan rasul. Sedangkan nabi Sulaiman sendiri adalah seorang rasul dan nabi yang lebih tinggi kedudukannya ,tapi mengapa masih bertawasul kepada Asif . ini namanya taklim (pendidikan). Pendidikan untuk umat betapa hebat nya akhlak dan adab tawaduknya Nabi Sulaiman kepada ALLAH dengan menghargai orang yang bukan nabi dan rasul tapi seorang waliullah, itullah nilai Tawasul semoga bermanfaat amin ya robbal alamin
Sumber : konsultasi spiritual AL KISAH NO.26 /20 DES .2004-2 JAN. 2005 YANG DI ASUH OLEH HABIB LUTHFI BIN YAHYA KETUA TARIQAT AL-MU’TABARAH AN-NAHDLIYAH

Rate this posting:
{[['']]}
Dilihat 0 kali
Previous
Next Post »

2 komentar

  1. Salam, saya termasuk orang yang menerima konsep tawassul... berhubung saya pribadi bukanlah sosok yang lepas dari dosa, sehingga masih berguru dengan bertawassul pada orang-orang yang dicinta Allah...semoga berkah, terimakasih postingannya bermanfaat

    BalasHapus
  2. postingan ini juga sebagai memperkuat keyakinan saya atas pentingnya berpegangan pada orang orang saleh jaman dulu ditengah banyaknya golongan jalur keras yang mulai menyerang persatuan umat islam negri ini yang memecah persatuan umat dan berani mengkafirkan orang lain padahal belum tentu juga amalan yang dijalaninya itu dapat lolos verifikasi ALLAH SWT jika kesombongan dalam hatinya masih belum bisa dikikis habis karena cuma sifat ALLAH yang SATU ini yaitu takabur yang tidak boleh disifati oleh makhluk-NYA

    BalasHapus

terima kasih telah berkomentar alangkah baiknya tampa menggunakan link hidup dalam komentar please nothing spam ok coy karena komentar anda tidak akan saya hapus kecuali yang berhubungan dengan SARA PELECEHAN PENGHINAAN UMPATAN ATAU APAPUN YANG KURANG SOPAN, SADARLAH APAKAH PANTAS ORANG BERPENDIDIKAN MELAKUKAN PERBUATAN YANG TIDAK MENYENANGKAN???!!!